Cara mengokulasi

Mengokulasi merupakan salah satu cara untuk mendapatkan tanaman yang lebih baik, misal rambutan A memiliki akar yang kuat dan batang yang besar namun buahnya masam, sedangkan rambutan B memiliki buah yang manis namun akan dan batangnya tidak kuat, maka supaya kita memiliki batang dan akan yang kuat serta buah yang manis adalah dengan cara mengokulasinya, atau menggabungkan dua jenis tanaman berbeda untuk mendapatkan hasil yang sempurna. sedangkan untuk mendapatkan tanaman rambutan dengan hasil yang sama dengan tanaman induknya adalah dengan cara mencangkok, Kelik Cara mencangkok rambutan. Cara mengokulasi tanaman rambutan sebenarnya tidak terlalu sulit, dan juga tidak jauh berbeda dengan cara mengokulasi tanaman yang lainnya.
Dalam mengokulasi tanaman rambutan yang mentukan faktor keberhasilan adalah dengan memperhatikan beberapa hal diantaranya adalah faktor cuaca, karena faktor cuaca yang kurang tepat akan menyebabkan dalam mengokulasi tanaman rambutan tidak akan berjalan dengan lancar, sebaiknya dalam mengokulasi tanaman rambutan sebaiknya pada awal musim hujan,
Beberapa hari sebelum kita melakukan okulasi, kita perlu memilih dahan yang akan kita pilih untuk tunas okulasi setelah itu daun pada dahan tersebut kita rontokkan, tujuannya untuk merangsang munculnya tunas baru pada mata kulit. Dalam perontokan daun sebaiknya dilakukan sebelum atau sesudah tanaman berbuah, kalau perontokan dilakukan saat rambutan sedang berbuah bisanya akan gagal, penyebabnya adalah saat itu suplay makanan ditujukan untuk pertumbuhan buah.
Untuk hasil yang lebih baik ambillah mata kulit cabang yang berumur satu tahun keatas, ukurannya kira-kira sebesar jari manusia dewasa, dengan mata kulit untuk bahan okulasi ditengah, adapun cara mengokulasi rambutan adalah sebagai berikut :
  1. Siapkan bibit pohon pangkat untuk okulasi dengan umur tanaman tersebut satu tahun keatas, dan bersihkan kotoran yang melekat dibatang tersebut kira-kira 15 cm dari atas tanah.
  2. Potong kulit batang pada posisi 10 cm diatas tanah, lebar keratan kira-kira 8 cm membujur, pada kedua ujung keratan (lebar kiri dan kanan), sayat kearah kebawah (menurun) masing-masing sepanjang 4 cm dengan mengunakan pisau yang tajam dan bersih.
  3. Tarik dengan tangan kulit yang sudah kita sayat dari atas kebawah sehingga berbentuk seperti lidah, potong kulit setengahnya.
  4. Ambil mata kulit cabang rambutan dari pohon induk terpilih, caranya, penyayatan dari bawah keatas sepanjang 4 cm dan lebar 8 cm.
  5. Potong kulit yang bermata sehingga berbentuk dan ukurannya sesuai dengan bentuk sayatan kulit pohon pangkal.
  6. Buang kayu yang melekat pada mata kulit dengan hati-hati, supaya kelangsungan kulit terjamin aman.
  7. Tempelkan kulit bermata, sehingga menutupi seluruh luka sayatan kulit pada pohon pangkal
  8. Balut bagian yang telah diokulasi dengan tali rafia yang telah dicelupkan pada larutan parafin panas, agar steril, dalam membalutnya jangan terlalu erat, tetapi tidak mudah lepas, saat membalutnya usahakan mata tunas menyembul keluar
    cara mengokulasi
  9. Untuk menghindari kekeringan karena penguapan disekitar penempelan okulasi diberi naungan secukupnya.
Salah satu tanda bibit okulasi hidup, perhatikan tunas daunnya, kalau tunas daun yang masih kecil pada mata lepas, atau mudah lepas hanya dengan sedikit sentuhan saja berati bibit okulasi hidup, setelah bibit okulasi berumur kurang lebih setengah bulan lepas balutan dan kita iris kurang lebih 10 cm diatas okulasi dan kita bengkokkan kebawah, dan diikat, ini bertujuan supaya merangsang pertumbuhan mata okulasi tumbuh dengan cepat. Potong batang yang dibengkokkan tepat diatas luka irisan ketika tunas mata telah tumbuh menjadi batang baru. sebagai Rekomendasi untuk mengetahui jenis jenis rambutan supaya kita lebih mudah dalam menentukan sebagai batang induk dan tunas kelik jenis jenis rambutan untuk mengetahui tentang jenis jenis rambutan lebih lanjut
Referensi gambar : http://biologimediacentre.com/reproduksi-vegetatif-pada-tumbuhan/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar